Senin, 02 Januari 2017

Kritik Arsitektur - NOTRE DAME DU HAUT RONCHAMP

NOTRE DAME DU HAUT RONCHAMP


Le Corbuzier (1889 – 1965) merupakan salah satu tokoh arsitektur Modern. Banyak karya arsitektur yang dihasilkan terutama setelah perang dunia II selesai. Rancangan – rancangan yang dihasilkan oleh Le Corbuzier sedikit berbeda dengan gaya rancangan tokoh modern lainnya. Pada beberapa rancangannya, Le Corbuzier merancang dalam bentuk – bentuk skluptural yangt sensasional dan spektakuler.
Setelah perang dunia II berakhir, Le Corbuzier lebih protektif dalam menghasilkan rancangan, hal tersbut dipicu oleh banyaknya bangunan yang yang rusak dan hancur selama perang berlangsung. Banyak proyek – proyek penting yang dikerjakan terutama proyek perumahan., perkantoran, dan fasilitas – fasilitas umum. Dalam setiap rancangan Le Corbuzier selalu konsisten dengan penerapan konsep “Penggunaan Lima Butir Dalam Arsitektur Baru“. Penggunaan konsep tersebut dapat dilihat pada penggunaan atap datar, unit bangunan diangkat ke atas tanah dengan kolom, dan ukuran teras yang cukup luas. Dari segi material, Le Corbuzier senang menggunakan beton ekspos, yang menampakkan warna dan bentik beton apa adanya tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga menimbulkan karakter tersendiri dari bangunan
Dari tahun 1945 sampai pada akhir karirnya sebagai arsitek Le Corbuzier banyak menghasilkan karya yang memepunyai karakter tersendiri dan otentik, salah satu karya tersebut adalah  Notre Dame Du Haut Ronchamp. Notre Dame Du Haut Roncham adalah sebuah kapel atau gereja kecil yang terletak di kota Ronchamp, kurang lebih 300 KM sebelah timur kota Paris. Notre Dame terletak dalam sebuah komplek yang di dalamnya terdapat restoran dan tempat bermain anak. Komplek tersebut terletak di punggung pegunungan Des Vosges, dengan pemandangan perbukitan di sekelilingnya.

Kritik Tipikal

Kritik Tipikal, Norma yang didasarkan pada model yang digeneralisasi untuk satu kategori bangunan yang spesifik.
Adapun elemen dalam kritik tipikal, antara lain :

a. Struktur
Tipe ini didasarkan atas penilaian terhadap lingkungan berkait dengan penggunaan material dan pola yang sama.
- Jenis bahan
- Sistem struktur
- Sistem Utilitas dan sebagainya

b. Fungsi
Hal ini didasarkan pada pembandingan lingkungan yang didesain untuk aktifitas yang sama. Misalnya sekolah akan dievaluasi dengan keberadaan sekolah lain yang sama.
- Kebutuhan pada ruang kelas
- Kebutuhan auditorium
- Kebutuhan ruang terbuka, dsb.

c. Bentuk
Diasumsikan bahwa ada tipe bentuk-bentuk yang eksestensial dan memungkinkan untuk dapat dianggap memadai bagi fungsi yang sama pada bangunan lain.
- Penilaian secara kritis dapat difocuskan pada cara bagaimana bentuk itu dimodifikasi dan dikembangkan variasinya.
- Sebagai contoh bagaimana Pantheon telah memberi inspirasi bagi bentuk-bentuk bangunan yang monumental pada masa berikutnya.

NOTRE DAME DU HAUT RONCHAMP

Dari segi struktur dan konstruksi :
Secara keseluruhan Notre Dame menggunakan struktur bidang datar yang material utamanya dari beton bertulang

·     Dinding, denah Notre Dame tersusun dari bidang-bidang lengkung menyerupai kurva dan setengah silinder. Notre Dame menggunakan struktur bidang datar sehingga dinding-dinding yang ada selain sebagai pembatas ruang juga berfungsi pemikul beban dan ukurannya lebih tebal dari dinding biasa karena berfungsi tersebut. Ini mengakibatkan bukaan menjadi terbatas.

·         Atap, atap Notre Dame berbentuk miring terbuat dari bahan beton bertulang ekspose. Ketinggian atap arah utara lebih rendah disbanding atap dari arah selatan. Dengan perbedaan ketinggian tersebut maka air hujan akan mengalir ke arah utara. Atap Notre Dame tidak menggunakan talang sehingga air hujan akan jatuh langsung ke tanah terlihatr seperti air terjun

Dari segi fungsi :
Nortre Dame mempunyai bukaan dengan bentuk dan letak yang barvariasi dan susunan yang tidak teratur. Ukuran besar jendela tidak sebanding ketebalan dindingnya yang  sebagian ada mencapai 2 meter. Bukaan – bukaan tersebut dihiasi dengan kaca- kaca lukisan dan tulisan tangan dari Le Corbuzier sendiri. Hasil pencahayaan yang dihasilkan remang – remang yang terpencar dari lubang – lubang bukaan yang kecil. Pencahayaan yang dihasilkan tersebut sesuai dengan konsep pencerahan dalam ajaran Kristen.

Dari segi bentuk :
Bentuk arsitektur Notre Dame cukup kontroversial. Bentuknya sangat berbeda dengan bentuk – bentuk kapel atau gereja kecil pada lazimnya. Dilihat sepintas Notre Dame tidak terlihat seperti sebiah kapel. Bentik Otre Dame tersebut banyak menimbulkan persepsi dari orang yang melihatnya. Ada diantaranya yang menginterpretasikan dengan bentuk kapal, topi Italia, burung merpati, tangan orang yang sedang berdoa, bahkan ada yang mengatakan mirip seorang ibu dan anaknya. Bentuk Notre Dame merupakan komposisi bidang – bidang lengkung seperti kurva dan komposisi ketebalan dinding yang bervariasi sehingga secara keseluruhan bangunan terlihat seperti massa seni patung (sclupture).


Sumber: http://perkembanganarsitekturdunia.blogspot.co.id/2013/01/notre-dame-du-haut-roncham.html